Rabu, 03 Oktober 2012

Korean Fever

Diposting oleh Syarifah Nurul Huda di 05.40
Virus budaya kontemporer Hallyu yang mengakibatkan "demam Korea" sudah menginfeksi Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir. Ratusan judul drama, musik pop, serial, film, video game, hingga B-Boy berbau Korea diputar dan dipertontonkan di layar televisi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu mendorong lahirnya sebuah fenomena fanatisme di mana para pesohor dari negeri ginseng tersebut menjadi kiblat dalam berperilaku bagi remaja dan generasi muda di Tanah Air. Dalam hal lifestyle / gaya hidup, trend korea pun telah merasuk sedemikian dalam, perihal potongan rambut, cara berpakaian, penataan accesories, gaya, penggunaan teknologi dan lain-lain telah menjadi panutan tersendiri bagi remaja dan pemudi dalam negri.

Bagi banyak fanatisme, tidak sedikit dari mereka yang rela melancong ke negeri yang berada di Semenanjung Asia Timur itu hanya untuk menonton konser artis idola dan berbelanja pernak-pernik berlabel "made in Korea".


Menyebarnya budaya kontemporer Korea dalam tren "Korean Wave" bagi negeri asal Kimchi itu memang mendatangkan berkah tersendiri khususnya bagi total pendapatan negara yang sedang beranjak menyaingi Jepang sebagai salah satu macan Asia yang disegani.

Daya tarik yang dibangun dari basis kreativitas para pesohornya menjadikan negara itu memiliki potensi pendapatan baru khususnya dari sektor pariwisata hingga bisnis ikutannya.

Korea sekaligus budaya di dalamnya memiliki daya tarik yang luar biasa yang mengakibatkan jumlah pecinta dan pemerhatinya bertambah dari waktu ke waktu. Sampai detik ini Korea Selatan dengan empat musim yang menyelimutinya menjadi ambisi dan kiblat bagi jutaan pecintanya di Indonesia.
Namun sayangnya, Indonesia sendiri belum terlampau populer di negara yang beribu kota di Seoul itu

0 komentar:

Posting Komentar

 

Super Junior & About K-Wave Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea